Proyek Xinyi Glass Indonesia memiliki total investasi sekitar US$1,15 miliar dan menempati area seluas kurang lebih 370.000 meter persegi. Proyek ini dirancang dengan kapasitas produksi raksasa, yakni 8.000 ton kaca float per hari, dengan rencana strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor utama guna melayani seluruh pasar Asia Tenggara.
Proyek ini memanfaatkan infrastruktur unggulan Kawasan Industri JIIPE yang mengusung konsep "pelabuhan di depan, pabrik di belakang". Fasilitas pabrik yang terintegrasi dan telah dibangun secara bertahap ini mencakup gudang penyimpanan bahan baku berskala besar, lini produksi kaca float dengan tingkat otomatisasi tinggi, serta sistem pemulihan panas limbah (waste heat recovery) dan pengolahan gas buang yang ramah lingkungan. Tahap pertama, yaitu jalur produksi perdana, telah berhasil dinyalakan (commissioning) dan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2023.
PT. Great Wall Steel bertindak sebagai pemasok utama bahan baku baja tulangan (reinforcing steel) untuk proyek ini.
